Uji Coba Produk Nugget Berbahan Dasar Ikan Cakalang (Katsuwonus Pelamis) dengan Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera L)

Henry Winnarko, Yogiana Mulyani

Abstract


Cakalang fish nuggets is a product of skipjack fish meat with dough and coating to maintain its quality. To increase the nutritional content of nuggets by adding Moringa leaf flour. The specific objectives of this study are to describe the development of skipjack-based nugget recipes by adding Moringa leaf flour, to apply skipjack tuna and Moringa leaf flour recipes, and to describe the results of sensory tests on tuna fish nugget recipes by adding Moringa leaf flour. This research was conducted at Balikpapan. This study involved 25 students majoring in Food Management as panellists. Based on the results of the hedonic test, the panellists stated that the formula 2 product with the addition of 10% Moringa flour in the production of skipjack tuna with an average value (3.97), which means panelists like it. Based on the hedonic quality test, it was concluded that the highest average results obtained in formula 3 with the addition of moringa leaf flour as much as 15% in the colour aspect (4.72) which states very green moss, in the addition of Moringa leaf flour as much as 15% in the aspect of aroma (3.96) which states scented Moringa leaves, the addition of Moringa leaf flour as much as 15% in the aspect of texture (4.04) which states solid textured, and the addition of Moringa leaf flour as much as 15% in the aspect of taste (4.20) which states savory and tastes of Moringa leaves. The suggestion for this research is the need to make labels and packaging for cakalang fish (katsuwonus pelamis) based nugget products with the addition of moringa leaf flour (moringa oleifera l) so that it can be directly marketed to the public.

 Keywords: Nugget, Skipjack Fish, Moringa Leaf Flour

ABSTRAK

Nugget ikan cakalang adalah produk daging ikan cakalang dengan adonan dan pelapis untuk mempertahankan kualitasnya. Untuk meningkatkan kandungan gizi nugget dengan menambahkan tepung daun kelor. Tujuan khusus penelitian ini adalah mendeskripsikan pengembangan resep nugget berbahan dasar ikan cakalang dengan penambahan tepung daun kelor, mempraktekkan resep nugget ikan cakalang dan tepung daun kelor, dan mendeskripsikan hasil uji sensori terhadap resep nugget ikan cakalang dengan penambahan tepung daun kelor. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimental. Penelitian ini melibatkan 25 mahasiswa jurusan tata boga sebagai panelis. Hasil uji hedonik disimpulkan bahwa produk Formula 2 dengan penambahan tepung kelor 10% pada pembuatan nugget ikan cakalang dengan nilai rata-rata (3.97) yang berarti panelis suka. Berdasarkan uji mutu hedonik, disimpulkan bahwa hasil rata-rata tertinggi yang didapatkan pada formula 3 dengan penambahan tepung daun kelor sebanyak 15% pada aspek warna (4.72) yang menyatakan sangat berwarna hijau lumut, pada penambahan tepung daun kelor sebanyak 15% pada aspek aroma (3.96) yang menyatakan beraroma daun kelor, pada penambahan tepung daun kelor sebanyak 15% pada aspek tekstur (4.04) yang menyatakan bertekstur padat ,dan penambahan tepung daun kelor sebanyak 15% pada aspek rasa (4.20) yang menyatakan gurih dan berasa daun kelor. Saran untuk penelitian ini adalah perlunya pembuatan label dan kemasan untuk produk nugget berbahan dasar ikan cakalang (katsuwonus pelamis) dengan penambahan tepung daun kelor (moringa oleifera l) sehingga dapat langsung dipasarkan kepada masyarakat .

 Kata Kunci: Nugget, Ikan Cakalang, Tepung Daun Kelor

 


 


Keywords


Tourism and Hospitality

Full Text:

PDF

References


A Dudi Krisnadi. (2015). Kelor Super Nutrisi. Blora: LSM-MEPELING.

Adawiyah, R. (2007). Ikan Sebagai Sumber Hewani, Jurnal Pengolahan dan pengawetan ikan, Vol. 7, No. 4 : Hal. 54-55.

B. Hutabarat (2016). Subsetor perikanan dan kehandalan ekspor tuna/cakalang di Sulawesi Utara, Jurnal Data Perikanan Sulawesi Utara, vol. 2. no. 5 : Hal. 13.

Broin. (2010). Growing and processing moringa leaves. France: Imprimerie Horizon.

Kurniasih. (2015). Khasiat dan Manfaat Daun Kelor Untuk Penyembuhan Berbagai Penyakit. Yogya: Pustaka Baru Press.

Mendieta-Araica B, Spörndly E, Reyes- Sánchez N, Salmerón-Miranda F, Halling M (2013). Biomass production and chemical composition of Moringa oleifera under different planting densities and levels of nitrogen fertilization. Agroforest. Syst. 87:81-92.

N. Wulandari (2014). Hubungan Asupan Makanan Asam Lemak Omega 3, 6. Dilihat pada tanggal 1 April 2018, dari webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:WwM17xLyP0QJ:media.neliti.com/media/publications/192808-ID

Rohaya, S., Husna, N.E dan Bariah. K. (2013). Penggunaan Bahan Pengisi Terhadap Mutu Nugget Vegetarian Berbahan Dasar Tahu dan Tempe. Universitas Syiah Kuala: Banda Aceh.

Suprianto. (2017). Efek Tepung Beras Merah (Oryza nivara) Sebagai Bahan Pengikat Terhadap Kualitas Organoleptik Nugget Dangke. Universitas Hasanuddin: Makassar.

Widyawatiningrum, E., Nur, S., Ida,N.C. (2018). Kadar Protein dan Organoleptik Nugget Ayam Fortifikasi Daun Kelor (Moringa Oleifera Lamk). Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 2018.




DOI: https://doi.org/10.32487/jshp.v4i1.776

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 JSHP : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan



Web
Analytics JSHP Visitor Stats

 Creative Commons License

JSHP is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.