TINGKAT PENYERAPAN SUARA MATERIAL BULU AYAM DENGANPEREKAT BUBUK SEBAGAI PENGISI DINDING AKUSTIK

Haisah siti

Abstract


Penggunaan material akustik harus dilakukan secara bijak berdasarkan waktu dengung yang disyaratkan untuk setiap ruang sesuai fungsi ruangnya. Pada  dasarnya  semua  bahan  dapat menyerap  energi  suara,  namun  besarnya energi yang diserap berbeda-beda untuk tiap bahan. Energi bunyi yang diserap oleh lapisan penyerap sebagian diubah menjadi panas, tetapi sebagian besar ditransmisikan ke sisi lain lapisan tersebut, kecuali bila transmisi tadi dihalangi oleh penghalang yang berat dan kedap. Penyerap yang terbuat dari material berpori bermanfaat untuk menyerap bunyi pada frekuwensi tinggi. Bahan material yang dapat dijadikan sebagai bahan penyerap bunyi adalah bahan yang mempunyai nilai koefisien absorbsinya di atas 0,3.Penelitian ini diharapkan dapat diperoleh suatu material alternatif penyerap suara yang dapat diaplikasikan secara langsung sebagai pengisi dinding akustik dalam ruangan, yang ramah lingkungan dan dilengkapi dengan informasi tinggkat penyerapan suara dari material tersebut sehingga akan menambah referensi baru dalam ilmu pengetahuan dibidang arsitektur khususnya material akustik yang terbarukan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif yang lebih menekankan pada pengukuran secara objektif. Pengukuran sampel menggunakan tabung impedansi dengan dua mikrofon type 4206, dimana sampel penelitian dibuat dengan menambahkan perekat bubuk untuk memadatkan material bulu ayam sehingga tidak lagi membutuhkan kemasan saat diaplikasikan pada dinding. Sampel yang digunakan memiliki ukuran ketebalan 2,5 cm, 5 cm dan 7,5 cm, dengan diameter 10 cm yang disesuaikan dengan diameter tabung impedansi. Berdasarkan hasil penelitian material ini sudah dapat menjadi material akustik yang dapat diaplikasikan pada dinding akustik, mengingat material ini memiliki koefisien absorbsi yang cukup tinggi dalam berbagai tingkat frekuensi pada ketebalan sampel yang berbeda, dimana koefisien tertingginya yang mencapai 0,95.


Full Text:

PDF

References


L. L. Doelle, Akustik Lingkungan, Jakarta: Erlangga, 1993.

S. Haisah, Koefisien Absorpsi Limbah Bulu Ayam Pengisi Panel Dinding Akustik (tesis), Makassar: Universitas Hasanuddin., 2015.

T. Arifin, "Pemanfaatan Limbah Bulu Ayam Potong Metode Pengukusan Untuk Bahan Ransum Ayam Potong (Tesis)," USU Institutional Repository, Medan, 2008.

D. Janari, "Pembuatan Prototipe Genteng Komposit Bulu Ayam (skripsi)," Jurusan Teknik Mesin, FTI – UII, 2010.

M. N. Acda, " Waste Chicken Feather as Reinforcement in Cement Bonded Composites," Philippine Journal of Science., vol. 2, p. 161 – 166., 2010.

R. Budianto, "Desain Bioball Berbahan Komposit Bulu AyamResin Polyester: Sifat Material, Karakteristik Bentuk dan Karakteristik Hidraulik (tesis)," Universitas Gadjah Mada , Yogyakarta, 2013.

Ansarullah, "Pemanfaatan Limbah Bulu Ayam Sebagai Material Pembuat Panel Akustik," in Simposium Nasional RAPI XV, FT UMS, 2016.

H. Saibatul, "Penggunaan Jenis Perekat Terhadap Sifat Fisis Dan Mekanis Papan," Jurnal Riset Industri Hasil Hutan, vol. 2, 2010.

E. Indrawati, "Koefisien Penyerapan Bunyi Bahan Akustik Dari Pelepah Pisang Dengan Kerapatan Yang berbeda," Jurnal Neutrino, vol. 2, no. No. 1, 2009.




DOI: https://doi.org/10.32487/jtt.v7i2.746

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JTT (Jurnal Teknologi Terpadu) has been indexed by:

 

 

Web
Analytics

JTT Visitor Stats