Membentuk Habitus Pro-Lingkungan: Strategi SMP Negeri 7 Semarang Menuju Sekolah Adiwiyata

Authors

  • Laras Yunita Siwi
  • Atika Wijaya

DOI:

https://doi.org/10.32487/jshp.v10i2.3051

Keywords:

Habitus, Sekolah Adiwiyata, Kolaborasi Multi-Stakeholder, Peduli Lingkungan

Abstract

Permasalahan lingkungan hidup kini telah menjadi tantangan global yang menuntut adanya perubahan perilaku manusia terhadap lingkungan. Dalam ranah pendidikan, sekolah memiliki peran yang penting sebagai agen pembentuk budaya peduli lingkungan melalui program Adiwiyata. Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan teori habitus Pierre Bourdieu dalam proses pembentukan budaya pro-lingkungan di sekolah, khususnya di SMP Negeri 7 Semarang yang memiliki predikat sekolah adiwiyata. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, studi kepustakaan, dan juga dokumentasi. Dari penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa pembentukan habitus pro-lingkungan di sekolah berlangsung melalui internalisasi nilai-nilai ekologis yang diterapkan secara konsisten dalam kebijakan, kurikulum, serta kegiatan partisipatif warga sekolah. Strategi yang dilakukan mencakup integrasi nilai lingkungan dalam pembelajaran, kegiatan penghijauan, pengelolaan sampah, dan kolaborasi dengan pihak eksternal seperti paguyuban wali murid dan Dinas Lingkungan Hidup. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya kajian sosiologi dengan menerapkan Teori Habitus Pierre Bourdieu untuk memahami bagaimana praktik sosial dan modal sekolah dapat menciptakan disposisi ekologis yang berkelanjutan. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi rujukan bagi sekolah lain dalam pengembangan strategi pembentukan budaya peduli lingkungan sebagai bagian dari upaya pembangunan berkelanjutan.

Published

2026-05-11

Issue

Section

Social Science