Kajian Penamaan Kuliner di Balikpapan Menggunakan Teori Semantik Ogden-Richard
DOI:
https://doi.org/10.32487/jshp.v7i1.1601Keywords:
Semantik Ogden-Richard, Bahasa KulinerAbstract
Fokus masalah pada penelitian ini merupakan terdapat perbedaan sistem penamaan usaha yang menghadirkan sebuah fenomena kebahasaan yang berkaitan dalam biang kuliner. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena kebahasaan dalam penamaan kuliner di Balikpapan. Bahasa dan kuliner merupakan bagian dari budaya. Namun, tidak banyak penelitian yang mengkaji kaitan ke dua hal tersebut. Analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian dikumpulkan dari 78 usaha berupa warung, café, restaurant, dan usaha atau bisnis kuliner lainnya. Data dikumpulkan dengan mengunjungi beberapa palaku bisnis kuliner untuk mendapatkan informasi mengenai alasan atau faktor yang memengaruhi pemberian nama pada menu tertentu. Instrumen pengumpulan data berupa kamera yang digunakan untuk mendokumentasikan nama makanan atau minuman unik. Nama-nama menu makanan dan minuman yang dikumpulkan dianalisis dari 3 aspek, yaitu (1) bentuk kebahasaan, (2) makna, dan (3) faktor yang memengaruhi penamaan kuliner. Analisis makna penelitian dilakukan dengan memanfaatkan teori semantik Ogden-Richard. Hasil penelitian menunjukkan pelaku usaha kuliner memberikan nama menu makanan dan minuman dengan berbagai bentuk kebahasaan, yaitu (1) menggunakan bentuk kata secara utuh, (2) menggunakan sistem singkatan, (3) menggunakan sistem campur kode, dan (4) membuat istilah baru (istilah buatan). Melalui fenomena kebahasaan tersebut kemudian ditemukan, mayoritas nama menu makanan dan minuman memiliki makna leksikal dan referensial. Meskipun demikian, ditemukan pula makna-makna nonreferensial dalam nama menu makanan dan minuman. Dalam memberikan nama makanan dan minuman, faktor bentuk atau tampilan, rasa, bahan, dan teknik pengolahan diketahui cukup mendominasi. Peneleitian ini menemukan pelaku usaha sengaja menggunakan bahasa secara kreatif untuk memberikan kesan atau ciri khas pada menu kuliner masing-masing.
References
Cardello, A. V., Chheang, S. L., Hedderley, D. I., Guo, L. F., Hunter, D. C., & Jaeger, S. R. (2019). Toward a new scale to measure consumers’ “need for uniqueness” in foods and beverages: The 31-item FBNFU scale. Food Quality and Preference, 72, 159–171. https://doi.org/10.1016/j.foodqual.2018.10.008
Faisah, Parto, & Widjajanti, A. (2014). Nama Makanan dan Minuman Unik di Jember (Tinjauan Semantik). Fransiska, S., Reniwati, R., & Lindawati, L. (2019). Penamaan Makanan Berbahan Ubi Di Minangkabau.
Jurnal Elektronik WACANA ETNIK, 8(1). https://doi.org/10.25077/we.v8.i1.133
Lubis, I. S., & Tanjung, H. R. (2021). Sistem Penamaan Dan Makna Pada Makanan Tradisional Di Kota Padangsidimpuan. Jurnal Education and …, 9(4), 607–614. http://journal.ipts.ac.id/index.php/ED/article/view/3245
Muhammad, H. (2016). KAJIAN BUDAYA DAN MEDIA (Issue January 2016). Universitas hasanuddin. https://www.researchgate.net/profile/Hasyim_Muhammad/publication/321345017_Kajian_Buda ya/links/5a1dec750f7e9b9d5effb685/Kajian-Budaya.pdf
Ogden, C. K., & Sandulescu, C. G. (2013). Theoretical Backup One Volume Fifty-Five The Meaning of Meaning.
Putra, M. K., Suryadana, M. L., & Safari, A. S. (2022). Potensi Produk Kuliner Berbahan Baku Lokal dalam Pengembangan Wisata Kuliner yang Berkelanjutan di Desa Wisata Neglasari , Cisompet Kabupaten Garut. 9, 46–60. https://doi.org/10.34013/barista.v9i01.450
Rahmawati, R., & Mulyadi, M. (2021). Naming Culinary in Mandailing Society: A Culinary Linguistic Approach. Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education (BirLE) Journal, 4(1), 486–493. https://doi.org/10.33258/birle.v4i1.1677
Setiadi, E., Hakam, K. A., & Effensi, R. (2013). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. KENCANA.
Suswandi, I. (2020). Gender Dalam Pelabelan Nama Kuliner Nusantara: Suatu Tinjauan Semiotik Studi Kasus: Kuliner Di Kota Depok. Jurnal Mimesis, 1(1), 1. https://doi.org/10.12928/mms.v1i1.1539
Tim Pengelola Website. (2014). Pemerintah Kota Balikpapan. Setdakot.Balikpapan.Go.Id. http://setdakot.balikpapan.go.id/content/83/bagian-humas-dan-protokol
Utami, S. (2018). Kuliner Sebagai Identitas Budaya: Perspektif Komunikasi Lintas Budaya. CoverAge: Journal of Strategic Communication, 8(2), 36–44. https://doi.org/10.35814/coverage.v8i2.588
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:- Authors retain copyright and grant the Journal of JSHP right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to scopy and redistribute the material in any medium or format for any purpose, even commercially.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).