Membangun Resiliensi pada Penyintas Kehilangan Bunuh Diri: Studi Kasus Di Kab Tana Toraja dan Toraja Utara

Misly Megautari Putri, Misly Megautari Putri

Abstract


Penyintas kehilangan bunuh diri seringkali mengalami rasa luka yang mendalam, beragam emosi yang berkecumuk di hati ditambah dengan tekanan sosial dari lingkungan sekitar, sehingga seringkali tidak mudah dilalui kondisi tersebut mengharuskan penyintas kehilangan bunuh diri memilik resiliensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  gambaran resiliensi pada penyintas kehilangan bunuh diri di Toraja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian ini adalah tiga penyintas kehilangan bunuh diri yang merupakan keluarga terdekat korban bunuh diri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kehilangan karena bunuh diri memberikan respon yang berbeda-beda yakni syok, takut, bertanya-tanya, menyalahkan dan tidak percaya. Terdapat empat fase resiliensi yang dilalui ketiga responden yaitu deteriorating, adapting, recovering dan growing. Setiap individu memiliki cara masing-masing dalam meregulasi emosi dan melewati setiap fase. Dukungan sosial memiliki peran penting bagi ketiga responden untuk dapat mencapai fase growing. Waktu yang dibutuhkan untuk bangkit dari keterpurukan minimal enam bulan. Implikasi penelitian ini yaitu dapat menjadi referensi bagi seluruh pembaca atau penyintas kehilangan bunuh diri untuk bangkit dari keterpurukan.


Full Text:

PDF

References


Ahmad, M. N., Hashim, M., Nazam, M., Baig, S., & Khan, A. (2022). Impact of Consumer Traits, Situational Factors and Variety Seeking Behaviour on Impulsive Buying: Moderating Role Credit Card and Sale Promotions. 1, 825–839.

APJII.or.id. (2023, March 10). Survei APJII Pengguna Internet Di Indoneisa Tembus 215 Juta Orang. https://apjii.or.id/berita/d/survei-apjii-pengguna-internet-di-indonesia-tembus-215-juta-orang

Cahyani, M. N., & Indryawati, R. (2022). Stres Kerja dan Kecenderungan Impulsive buying Pada Wanita Pengguna Online Shop di Masa Pandemi Covid-19. Arjwa: Jurnal Psikologi, 1(4), 205–214. https://doi.org/10.35760/arjwa.2022.v1i4.7312

Ercis, A., & Unalan, M. (2017). Relationship Among Big Five Personality Traits, Compulsive Buying and Variety Seeking. Journal of Management, Marketing and Logistics – (JMML), 4(3), 217–223.

Ernayanti, N. M. D., & Marheni, A. (2019). Peran Konformitas Teman Sebaya dan Self Monitoring terhadap Impulsive Buying Pada Remaja Madya Putri di Denpasar. Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus Kesehatan Mental, 226–236.

Faisal, A. (2019). The Antecedent of Online Buying Behavior. Indonesian Management and Accounting Research, 18(2), 79–104. http://dx.doi.org/10.25105/imar.v18i2.3873

Fithriyani, S. A., Ratnaningtyas, A., & Prihandini, G. R. (2022). Perilaku impulsive buying pada mahasiswi pengguna e-commerce shopee ditinjau dari kontrol diri. JCA Psikologi, 3(1), 66–72.

Gupta, A. D., & Kumar, H. (2022). Factors Influencing Impulse Buying Behavior. International Journal of Orthopaedics Research, 5(2), 73–82.

Helm, R., & Landschulze, S. (2009). Optimal stimulation level theory, exploratory consumer behaviour and product adoption: An analysis of underlying structures across product categories. Review of Managerial Science, 3(1), 41–73. https://doi.org/10.1007/s11846-009-0024-7

Hou, J., & Kevin, E. (2016). Electronic Commerce Research and Applications. Elsevier, 17, 123–133.

Indriana, D. (2022). The Effect of Dimensions of Hedonic Shopping Motivation and Variety Seeking on Impulse Buying Fashion Products ini Olnline Stores. International Journal of Research Publications, 114(1), 63–70. https://doi.org/doi:.10.47119/IJRP10011411220224184

Karim, M. W., Chowdhury, M. A. M., Masud, M. A. A., & Arifuzzaman, M. (2021). Analysis of Factors Influencing Impulse Buying Behavior towards e-Tailing Sites. Contemporary Management Research, 17(2), 97–126.

McAlister, L., & Pessemier, E. (1982). Variety Seeking Behavior: An Interdisciplinary Review. Journal of Consumer Research, 9, 311–322. https://doi.org/10.1086/208926

Natasha, S., & Adelina, I. (2021). Hubungan Trait Kepribadian dan Impulse Buying pada Pengguna E-Commerce “X.” Jurnal IKRA-ITH Humaniora, 5(1), 1–11.

Olsen, S. O., Tudoran, A. A., Honkanen, P., & Verplanken, B. (2016). Differences and Similarities between Impulse Buying and Variety Seeking: A Personality-based Perspective: OLSEN ET AL. Psychology & Marketing, 33(1), 36–47. https://doi.org/10.1002/mar.20853

P, V., Pinto, P., Thonse Hawaldar, I., & Pinto, S. (2020). Impulse buying behavior among female shoppers: Exploring the effects of selected store environment elements. Innovative Marketing, 16(2), 54–70. https://doi.org/10.21511/im.16(2).2020.05

Siregar, N. F., & Rini, Q. K. (2019). Regulasi Diri dan Impulsive Buying Terhadap Produk Fashion pada Remaja Perempuan yang Berbelanja Online. Jurnal Psikologi, 12(2), 213–224. https://doi.org/10.35760/psi.2019.v12i2.2445

Stasiuk, K., Bochyńska, K., & Śliwińska, P. (2018). Is non-variety boring? The perception of consumers who incorporate variety or non-variety in their consumer choices. Current Psychology, 40(3), 1115–1124. https://doi.org/10.1007/s12144-018-0030-5

Tim Riset dan Publikasi. (2022, July 29). Databoks.katadata.co.id. Frekuensi Belanja Online Masyarakat Indonesia.

Verplanken, B., & Herabadi, A. G. (2001). Individual Differences in Impulse Buying Tendency: Feeling and No Thinking. European Journal of Personality, 15, S71–S83. https://doi.org/DOI: 10.1002/per.423

zafe’i, H. F. (2022). Pengaruh Brand Loyalty, Customer Disatisfaction Terhadap Brand Switching Melalui Variety Seeking Sebagai Variabel Intervening. Universitas Semarang.




DOI: https://doi.org/10.32487/jshp.v9i2.2279

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Web Analytics Visitor Stats

Creative Commons BY-SA 4.0

JSHP: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0)